Psikoterapi Eksistensial

psikologi

Terapi multi-modal adalah jenis psikoterapi yang dikembangkan oleh psikolog Afrika Selatan Arnold Lazarus sebagai tanggapan atas tingkat kekambuhan yang sangat tinggi di antara penderita gangguan kecemasan yang dirawat dengan metode Terapi Perilaku-Kognitif (CBT) tradisional. Terapi multimodal didasarkan pada akronim BASIC ID, yang merupakan singkatan dari Behavior, Affect, Sensation, Imagery, Cognition, Interpersonal (hubungan), dan Narkoba, meskipun aspek terakhir mencakup semua faktor biologis yang terkait dengan kimia otak. Ini menganjurkan eklektisisme Apa itu Psikoterapi dalam merawat pasien, menarik perawatan dari berbagai tradisi dan pendekatan yang berbeda.

Terapi multimodal berusaha keras untuk menyesuaikan sendiri dengan kebutuhan klien individu, yang berarti bahwa terapi ini tidak cocok untuk Konsultan Psikologi Remaja dan Keluarga di Semarang digunakan dalam pengaturan terapi kelompok kecemasan. Kadang-kadang dapat mencakup perawatan dari luar apa yang secara tradisional dianggap sebagai psikoterapi kecemasan, seperti pola makan dan olahraga di mana gaya hidup yang tidak sehat dianggap sebagai faktor yang berkontribusi dalam gangguan psikologis pasien.

Psikoterapi Kecemasan Eksistensial # 2: Logoterapi

Logoterapi adalah pekerjaan ahli saraf Wina, Victor Frankl. Kadang-kadang disebut sebagai “sekolah Wina ketiga”, mengikuti sekolah Sigmund Freud dan Alfred Adler. Di mana Freud memusatkan perhatian pada “keinginan untuk menyenangkan” dan Adler pada “keinginan untuk berkuasa”, Frankl berkonsentrasi pada apa yang disebutnya “keinginan untuk berarti”. Tesisnya didasarkan pada gagasan bahwa manusia memiliki keinginan yang mendarah daging untuk melihat keteraturan di kosmos, dan bahwa gangguan psikologis didasarkan pada persepsi gangguan kosmik.

Frankl adalah seorang yang selamat dari Holocaust, dan pemikirannya sangat dipengaruhi oleh pengalamannya di kamp konsentrasi Nazi. Dalam prolog bukunya Man’s Search for Meaning, dia menggambarkan bagaimana penderitaannya menariknya pada kesimpulan bahwa hidup memiliki makna bahkan dalam keadaan yang paling mengerikan, dan bagaimana karyanya mencerminkan hal itu.

Dalam Logoterapi, pengobatan untuk kecemasan didasarkan pada dialog Socrates dan observasi diri. Perawatan tidak berusaha untuk mencapai keberadaan tanpa rasa sakit, melainkan melihat penderitaan sebagai kesempatan untuk menemukan makna. Makna dapat ditemukan melalui pencapaian pencarian, melalui pengalaman cinta dalam berbagai bentuknya, atau sekadar menerima penderitaan dan menerimanya sebagai bagian hidup yang tak terhindarkan.

Psikoterapi Kecemasan Eksistensial # 3: Terapi Perilaku Rasional-Emotif

Rational-Emotive Behavior Therapy (REBT) dikembangkan oleh Albert Ellis. Hal yang diambil dari karya filsuf Asia dan Klasik didasarkan pada asumsi bahwa jiwa manusia mengandung komponen rasional dan irasional yang sering bertentangan satu sama lain. Kecemasan sering kali disebabkan oleh pikiran irasional yang mengarah pada perilaku merusak diri sendiri. REBT berupaya mendidik pasien dan memberdayakan mereka untuk menjalani hidup yang lebih bahagia dan lebih memuaskan dengan mengganti pikiran irasional dengan pikiran rasional.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *